Tampil Sip di Juventus, Rabiot Kembali Dipercaya Timnas Prancis

Dewacash.news – Adrien Rabiot kembali bersinar di Timnas Prancis. Pelatih Les Bleus, Didier Deschamps, memuji perkembangan sang pemain semenjak bergabung dengan Juventus.

Rabiot sempat dua tahun tak berseragam Prancis, yakni selama 2018-2020. Ia dipinggirkan oleh Deschamps, setelah menolak dimasukkan dalam waiting list skuad Prancis untuk Piala Dunia 2018, di mana akhirnya mereka keluar sebagai juara.

Kariernya makin tenggelam setelah menolak perpanjangan kontrak di Paris Saint-Germain, membuatnya dibekukan dari skuad selama Desember 2018-Mei 2019. Di pengujung musim 2018/19, ia dilepas oleh PSG dan bergabung dengan Juventus dengan status bebas transfer.

Pindah ke Turin tak lantas menyelesaikan masalah. Ia kesulitan berkembang di awal musim 2019/20. Pelatih Juventus saat itu, Maurizio Sarri, jarang menurunkannya, sebab saat itu fisik Rabiot dianggap belum prima sepenuhnya, setelah di musim sebelumnya tak bermain selama sekitar 6 bulan.

Namun setengah musim berjalan, Rabiot mampu mencuri perhatian Sarri. Ia pun mulai sering menjadi pilihan utama, dan akhirnya mengemas 37 penampilan di seluruh kompetisi pada musim itu.

Sewaktu Sarri digantikan oleh Andrea Pirlo, Rabiot tetap menjadi pilihan di lini tengah. Musim ini, ia selalu tampil dalam 9 laga yang sudah dimainkan Juventus.

Alhasil, gelandang 25 tahun ini pun akhirnya kembali dilirik oleh Deschamps untuk membela Prancis. Dari 5 laga UEFA Nations League yang sudah dimainkan sejauh ini, Rabiot turun 4 kali, termasuk saat mengalahkan Portugal 1-0, Minggu (15/11/2020) dini hari WIB.

“Dia (Rabiot) telah banyak berkembang. Ada momen sulit setelah di PSG, dan awal kariernya di Juventus juga berjalan sulit. Saya tak bisa bilang dia sudah berubah, tapi dia tak lagi sama seperti yang dulu,” kata Deschamps, dikutip Football Italia.

“Ada rasa percaya antara kami sekarang, dan kami terus berdiskusi. Dia tak masalah jika dimainkan terlalu dalam atau lebih maju, terlalu ke kanan atau ke kiri. Dia bisa beradaptasi.”

“Saya tahu betul klub tempat dia bermain (Juventus). Saat kamu ada di sana, kamu harus melakukan yang mereka suruh. Jika menolak, kamu akan segera tersingkir.

“Mungkin dia tak cukup melakukannya di awal-awal, tapi sekarang dia jelas melakukannya. Masa lalu tak bisa diulang, yang ada tinggal menatap ke depan. Jika saya memilihnya, itu karena saya percaya dia pantas bermain,” tegas Deschamps, yang sewaktu menjadi pemain juga pernah membela Juventus.