‘Ramos Buruk untuk PSG’

DewaCash.newsParis – Pemain baru Paris St. Germain Sergio Ramos belum juga debut. Eks pemain PSG Jerome Rothen menyebut, Ramos merupakan ide yang buruk untuk Les Parisiens.

Bek top Spanyol itu menjadi bagian dari transfer fenomenal PSG di musim panas. Ramos digaet secara gratis setelah 16 tahun berkostum Real Madrid dengan menyepakati kontrak selama dua tahun. Ramos pun digaji besar sekitar 12 juta euro per tahun (Rp 201,6 miliar).

Akan tetapi, alih-alih beraksi di atas lapangan dengan PSG, Ramos masih bergelut dengan cedera betis saat mempersiapkan musim baru. Alhasil, pesepakbola berusia 35 tahun itu tidak masuk dalam skuad PSG di enam pertandingan kompetitif 2021/2022, bahkan saat melawan Clermont di akhir pekan lalu yang diprediksi menjadi laga debutnya.

Sergio Ramos sendiri diharapkan bisa menularkan mentalitas juara kepada PSG yang sedang berburu gelar Liga Champions. Namun, Rothen justru khawatir bahwa Ramos akan jadi transfer gagal karena masalah kebugarannya.

“Cedera betis di pengujung karier dia itu sangat buruk karena sangat jarang pemain bisa sembuh sepenuhnya,” kata Rothen kepada RMC, yang dilansir AS. “Sesaat setelah si pemain meningkatkan kecepatan, apakah di dalam pertandingan atau latihan di PSG, dia masih tidak bisa melanjutkannya… Dan saat si pemain mencapai usia tertentu, dia akan membutuhkan bermain di beberapa pertandingan agar bisa tampil bagus lagi.

“Apakah dia akan bisa mendapatkan levelnya kembali setelah rasa sakit yang terus-terusan di betisnya? Saya sangat meragukannya,” sambung pemain yang memperkuat PSG di antara 2004-2010 ini.

“Saat dia datang, semua orang bilang Sergio Ramos akan mengubah mentalitas ruang ganti. Hari ini, Marquinhos dan Kimpembe tampil sangat baik daripada Ramos (melawan Clermont-red). Tapi mereka tidak memiliki aura yang cukup, PSG butuh lebih banyak.”

Ramos akan harus berkontribusi untuk tim di atas lapangan, kalau tidak maka tidak ada gunanya memiliki dia di luar lapangan. Jadi saya punya kesan bahwa Ramos itu adalah sebuah ide yang buruk untuk PSG,” simpul Rothen.

[embedded content]